- tidak cemburu maka tidak sayang (~c → ~s), ada kalanya tidak cemburu maka sayang (karena sudah sangat percaya)
- sayang maka cemburu (s → c), sulit dibuktikan, karena ada logika : sayang maka tidak cemburu (s → ~c), dan logika : tidak sayang maka cemburu (~s → c).
- tidak sayang maka tidak cemburu (~s → ~c), belum tentu, bisa saja tetap cemburu, (meskipun ternyatakan dalam bentuk larangan, kemarahan, dan penganiayaan).
Kalau sudah begini sayang…, dipaksapun tak dapat,
Jangankan yang belum tahu sayang…, siapapun merasa berat.
Kita coba-coba saja…, belajar elektronika…,
biar saja orang mau bilang apa...
Elektronika,
memulai kejayaannya sejak ditemukan semikonduktor,
dalam melengkapi kiprah konduktor yang mudah menghantar arus,
serta isolator yang suka menghambat arus.
Elektronika,
melingkupi segala wacana di seputar elektron,
benda kecil yang berwatak selalu negatif,
meski ada yang telah setia pada netron si tokoh netralisasi,
dan kadangkala sempat diimbangi proton sang jiwa positif.
Elektronika,
sebenarnya tidak hanya bersangkutan dengan perangkat saja,
tetapi juga bersemayam pada diri manusia,
meski elektron dibilang nafsu,
netron dibilang nurani,
dan proton dibilang keimanan,
Elektronika,
si budak nafsupun suka mendekati orang-orang beriman.
sementara sesama orang beriman tercerai berai,maka berbahagialah sang pemerhati nurani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar